Kunjungilah Pesta Seks Orgy dan Erotika Terbesar Sepanjang Tahun Di Brazil

Inilah pekan raya erotik terbesar di Amerika Latin dan mungkin di seluruh dunia. Berlangsung selama sembilan hari dan berhasil mendatangkan ribuan pengunjung yang gemar menggumbar libido.

Pekan Raya Erotika yang berlangsung di Sao Paulo, Brazil ini setiap tahunnya makin besar sejak mulai diadakan tahun 1996, ujar seorang pria yang membawa beragam alat permainan seks dan pakaian dalam, beberapa gambar posisi ngeseks untuk dijual di tempat pameran di Hall utara Kota Sao Paulo.

“Sepuluh tahun lalu, para pelanggan wanita dari toko seks ini hanya lima persen jumlahnya. Sekarang sudah mencapai 70 hingga 80 persen,” ujar manajer promosi, Evaido Shiroma. “Para wanita Brazil sangat terbuka soal seks seperti yang ditunjukkan dalam beragam media, termasuk dalam opera sabun yang kebanyakan menggambarkan sensualitas,” jelasnya. Dia menegaskan bahwa apa yang dipajang dan kelihatan erotik itu bukan pornografi sambil menegaskan bahwa apa yang tampil di pameran secara visual pada dasarnya eksklusif.

Mendukung apa yang diungkapkannya, Evaido menunjukkan salah satu stan yang menjual gel parfum yang populer karena didesain untuk meningkatkan gairah dalam berhubungan seks dan telah dibeli oleh sepasang kekasih seharga 10 reais (tujuh dolar Amerika). Selain itu masih ada barang lain yang juga menarik. Ada g-string berkulit leopard, pakaian perawat yang didesain untuk bercinta, dan masih banyak lain lagi.

Beberapa suvenir yang juga menarik minat antara lain; macam-macam dildo, borgol berbulu, permainan orang dewasa, alat vital buatan dari plastik, anus buatan dan semacamnya yang diimpor dari China dan beberapa dari Amerika Serikat.

“Barang dari China sebenarnya tidak begitu bagus, tetapi lebih murah. Karena itu laris,” jelas seorang wanita penjual di salah satu stan, Giselle Martens. Yang datang di pekan raya ini kebanyakan pasangan muda yang kelihatan mencari pernak-pernik tempat tidur yang bisa mereka pakai untuk senang-senang.

“Ini sangat normal. Tidak ada kata tabu di sini, seperti kalau kita pergi ke supermarket,” ungkap Wagner Souza, seorang salesman usia 30 tahun yang datang ke pekan raya ini bersama anak gadisnya yang berusia 18 tahun. “Kami datang ke sini untuk memenuhi fantasi kami. Karena itu setiap orang sebaiknya ke sini,” ujarnya, sambil tertawa dan menolak untuk menunjukkan apa yang ada di daftar belanjaannya. Shiroma menjelaskan bahwa di Brazil, seorang wanita sering berinisiatif untuk memanaskan kehidupan seks dengan pasangannya sebegitu rupa karena tidak ingin pasangannya disabet oleh perempuan lain.

“Dia memfokuskan diri pada hubungannya dengan suami untuk meyakinkan bahwa si suami tidak kabur,” ujarnya. Dia menambahkan bahwa para wanita ini juga merupakan anggota paling rajin dari beragam tarian telanjang — dan kadang-kadang live sex shows — di pekan raya. Saat itu, sekilas tampak para wanita yang bisa dihitung dengan jari berbikini sedang menuju panggung siap-siap menunjukkan tarian erotisnya.

Salah satu penampil, seorang bintang porno yang terkenal di Brazil bernama Morgana Black, mengatakan, usai pertunjukan, dia sering didekati oleh para wanita yang ingin tahu bagaimana caranya bisa bergabung bekerja bersama dia. “Para gadis ini bicara padaku karena mereka suka yang kulakukan, tarian Polandia, dan mereka suka dengan efek atas tarian itu,” ujar gadis usia 29 tahun ini sambil melepas bajunya.

Dia menambahkan bahwa karirnya sendiri menanjak sebagai aktris dan tidak sesingkat yang orang kira. Dia pernah bermain dalam sebuah film pendek dan beberapa episode sinematografi di televisi.

Black mengakui bahwa jalur karir dari film porno ke akting konvensional justru lebih sulit daripada ke jalur lain. Dia kemudian bercerita tentang seorang aktris opera sabun Brazil, seorang striper atau penari telanjang yang selalu memukau setiap kali manggung dan seserrang lain lagi yang berputar haluan karirnya menjadi pembuat film porno.

“Sekarang, saya juga bekerja di bidang lain yang menarik. Saya juga seorang produser film porno sekaligus aktris dan sedang membuat sebuah buku, biografi karir saya dan yang jelas saya mempunyai pakaian dalam (jadi bintang iklan lingerie),” ujarnya sambil menunjuk sebuah poster bergambar dirinya menggunakan g-string yang tipis sekali.

Menurut catatan Brazilian Industry Association, pasar erotik Brazil berkembang begitu cepat, mencapai 800 million reais ( atau sekitar 480 juta dolar) keuntungan. Ini merupakan jumlah yang fantastis dari negara berpenduduk 190 juta orang ini. Jadi, kata Shiroma, hanya dalam 30 tahun, di Brazil, pasar seperti ini hanya dalam 30 tahun berkembang sangat cepat, sekitar 15 persen per tahun.

SAO PAULO, SELASA – Menjelang diadakannya perayaan karnaval tahunan, Pemerintah Brazil meminta masyarakatnya untuk melakukan praktik seks aman dan menghindari konsumsi alkohol terlalu banyak.

“Setiap orang berhak untuk bersenang-senang dan menikmati hidup, tetapi penting untuk diingat bahwa minggu depan kita harus bekerja dan menjaga keluarga kembali,” ujar Presiden Luiz Inacio Lula da Silva, Senin (28/1).

Pemerintah Brazil juga sudah mulai menyediakan jutaan kondom gratis pada akhir pekan, selama karnaval berlangsung sebagai bagian dari kampanye melawan AIDS dan penyakit menular seksual lain.

Hingar bingar festival yang bakal berlangsung lima hari akan dimulai pada Hari Jumat dengan pesta terbesar di Rio de Janeiro, Salvador dan Recife. Pada acara ini, seluruh warga negara Latin Amerika terbesar ini akan libur, berhenti bekerja, berbaur bersama, minum, menari, berparade sambil melakukan aktivitas yang kurang bermoral lainnya.

Seruan Lula ini disampaikan di radio-radio sepanjang minggu ini agar orang-orang hati-hati selama festival berlangsung. “Tak seorang pun butuh minum atau melakukan apa saja lebih dari biasanya untuk bisa menikmati hidupnya. Jadi yang sewajarnya saja,” ujar Lula.

Lula sendiri dikenal sebagai pribadi yang mudah bergaul dan suka minum dan mabuk. Meningkatnya angka kematian dan kecelakaan akibat mabuk di pesta natal tahun lalu menjadi alasan utama kenapa peringatan ini muncul.

Menteri Kesehatan juga telah menyampaikan kampanye tahunannya mengenai seks yang aman di Hari Minggu berbunyi “Mau Seks Aman, Gunakanlah Kondom.”
“Kami sudah menunjukkan betapa pentingnya pencegahan,” ungkap Menteri Kesehatan Jose Gomes Temporao dalam sebuah acara di Rio.

Pemerintah pusat dan daerah di negara dengan penduduk mayoritas beragama Katolik Roma terbesar di dunia ini akan membagikan 19,5 juta kondom gratis saat karnaval.

Sebuah program pendidikan akan difokuskan pada bahayanya aktivitas seksual tanpa alat pelindung seperti kondom terutama bagi wanita.

Ratusan bandana dan tato sementara dengan slogan “seks aman” juga akan dipasang di kota-kota besar.
Di Kota Recife rencananya juga akan dibagikan pil-pil kontrasepsi. Gerakan pembagian pil ini memang sempat membuat marah Hirarki Gereja Roma Katolik.

Gereja melawan Brazil dalam hal ini memang berseteru dengan mereka yang getol kampanyer anti AIDS sekaligus promosi alat kontrasepsi.

Uskup Antonio Augusto Dias Duarte, dari Konferensi Uskup Nasional Brazil minggu lalu mengatakan bahwa gereja tidak berniat melawan atau antipati pada orang-orang yang ingin bersenang-senang saat karnaval, kampanye kondom dan pil “ Kami hanya menganjurkan agar perilaku orgi ini dikurangi.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s