Jamu Untuk Tambah Kemesraan Hubungan Intim

Semakin hari saya merasa ada yang kurang sehat dalam kehidupan keluarga kami. Kami sudah menikah enam tahun dan dikaruniai dua anak yang cerdas dan cakap. (Sulung, pria, 5 tahun dan adiknya, putri, 2 tahun). Kami berdua bekerja di tempat berbeda dan arahnya pun berbeda pula sehingga tidak mungkin pergi bareng.

Agar tidak terlambat (sebab tempat tinggal kami jauh dari pusat kota) kami pergi ketika masih gelap, ketika anak-anak masih tidur dan pulang juga sudah gelap. Saya naik kereta api (sebab kantor saya dekat stasiun kereta api) dan suami naik mobil kami yang sederhana.

Saya merasa ada sesuatu yang hilang dalam hubungan kami. Kami masing-masing lelah, dan akhir-akhir ini suami suka membawa pekerjaan pulang. Ini sering membuat saya jengkel, dia di depan komputer sampai larut malam. Jadi, kalau dia butuh saya buat hubungan intim, saya tolak sebab saya juga lelah dan merasa hanya ”dipakai” saja. Ini membuat hubungan kami jadi tegang dan tidak menyenangkan.

Akhirnya dia suka marah karena soal-soal kecil. Sampai teriakan anak-anak yang wajar jadi terasa bising dan mengganggu. Ke mana perginya kemesraan kami dulu?

Jeng Ir yang baik,

Sedih ya jika hubungan yang hangat dan mesra itu telah berubah jadi dingin menyebalkan. Dapatkah kemesraan itu dipulihkan kembali?

Tentu tidak mudah, tetapi dengan keinginan kuat dan usaha maksimal, saya yakin dapat. Saya lihat hubungan Anda dengan suami mulai gawat sebab ada kecenderungan ke arah saling menolak dan menghindar dan ini terasa menyakitkan. Kalau dibiarkan saja akan semakin parah, jadi perlu cepat direparasi.

Jamu utama bagi pasangan sibuk yang waktunya minus adalah membuat kualitas hubungan plus. Caranya aneka ragam, antara lain:

Jangan menolak pasangan

Dari pengamatan ahli perkawinan, tampak pasangan yang bahagia adakalanya saling mendekat dan ingin bersama pasangannya. Misalnya, dengan melihat ke arah pasangannya, ingin duduk dekat pasangan, atau ingin mengobrol dengan pasangan. Jika keinginan ini dihambat, apalagi ditolak, akan menyakitkan. Lebih sering ditolak, lebih menyakitkan. Dalam perkawinan bahagia, keinginan dekat ini disambut baik oleh pasangannya.

Jeng Ir, cobalah penuhi kebutuhan suami yang paling intim. Soal beberapa menit, plusnya terasa berhari-hari. Suami pun perlu menyediakan waktu yang menyenangkan buat keluarga, jangan rumah dijadikan kantor.

Perbanyaklah kebersamaan

Yang mendekatkan hati pasangan, menurut ahli perkawinan, bukanlah gaya romantis ala Hollywood, makan malam dengan banyak lilin, atau bertamasya yang serba ”wah” ke Las Vegas dan Paris, tetapi kegiatan kecil sehari-hari yang dilakukan bersama. Misalnya, sarapan pagi bersama sambil mengobrol, menikmati TV bareng, saling menggosokkan remason ke punggung yang pegal. Kebersamaan ini jadi obat penawar ketika datang badai di keluarga.

Menghindari ”momok” perkawinan

Momok yang dapat merusak perkawinan adalah kata-kata, sikap, dan perbuatan yang kasar. Kedua pihak mencoba bersikap lebih lembut dan baik. Jadi, suami tidak teriak, ”Mana kopi!?”, tetapi lunakanlah suara dan panggil istri (juga anak) dengan kata-kata yang menyenangkan, ”Sayaang tolong dong kopinya.” Istri jangan sewot, memaki, ”Huh, lagi-lagi komputer, dasar egois!” Lebih aman kalau bilang, ”Mas, banyak tugas ya hari ini? Saya kangen nih.” Sering-sering berpakaian minim atau lingeri bila depan suami juga akan membangkitkan gairah.

Cari waktu yang tepat

Kalau mau bicara soal tagihan rekening, anak berantem, piring pecah, atau kaki keseleo, jangan ketika pasangan baru muncul di pintu rumah. Tunggullah sejenak sampai ia telah melepaskan lelah dan sudah relaks. Saat santai ini tidak mudah meledakkan emosi.

Perhatian dan penghargaan

Ini adalah kebutuhan pokok pula, bagai kebutuhan sandang pangan. Tunjukkan kepadanya kita menghargainya. Misalnya, kalau pasangan kita bercakap, jangan terus baca koran atau pura-pura tidak mendengar. Lihatlah ke arahnya dan coba mengerti apa yang dikatakan olehnya. Jangan bersikap bagai polisi yang sibuk mencari kesalahan, jangan pula bersikap bagai musuh yang siap menerkam. Bersikaplah bagai sobat kental yang berminat. Jangan lupa, paling sedikit satu kali dalam sehari mengucapkan sesuatu yang baik dari pasangan kita secara jujur. ”Kopinya enak, Ma”; ”Mas, kamu hebat, dapat membetulkan mainan si buyung”; ”Kamu lucu tadi, saya sampai terpingkal-pingkal.”

Lihat yang baik dan banyak bersyukur

Biasakanlah melihat yang baik-baik dan bersyukur. Bukankah Anda berdua sehat dan segar bugar? Tidak buta, buntung, dan dirawat di rumah sakit? Anak-anak juga cerdas dan cakap. Suami dan istri dapat pekerjaan, betapa banyaknya bangsa kita yang tidak dapat pekerjaan. Suami rajin bekerja, bukan rajin cari WIL. Masih sangat banyak yang patut disyukuri.

Mengingat yang positif membuat perasaan jadi lebih tenang, senang, dan ingat kepada Allah yang memberi anugerah. Ini membuat wajah juga hati lebih jernih dan tidak mudah kelabakan kalau ada cobaan.

Jeng Ir, jika Anda berdua rajin ”minum jamu” di atas, saya percaya kemesraan kalian akan bersemi dan subur kembali. Silakan dicoba.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s